Rangkuman Geografi
Kelas X Semester 2
BAB 3 LITOSFER
·
Litosfer adalah
lapisan kerak bumi yang paling luar yang terdiri dari batuan
·
Kevariasian bentuk
muka bumi disebabkan oleh proses endogen yang berasal dari dalam bumi dan
bersifat
membangun,
serta proses eksogenik yang berasal dari luar dan memiliki sifat merombak
·
Kandungan senyawa
kimia yang paling banyak dalam litosfer yaitu oksida silikon (SiO2)
·
Penapang bumi,
lapisan-lapisannya :
1. Lapisan atmosfer (lapisan udara) : Tebalnya 1000 km
2. Lapisan litosfer (kulit bumi) : Tebalnya 60 km yang terdiri dari :
§ Lapisan sial (silisium-alumunium)
§ Lapisan sima (silikon-magnesium)
§ Lapisan peridotit
§ Lapisan ferrosporadis
§ lapisan litosporadis
·
Kesimpulan :
1. Lapisan litosfer terluar terdiri dari SiO2 dan Al2O3 atau sial
2. Lapisan litosfer terdalam terdiri dari senyawa
kimia SiO2 dan MgO atau sima
3. Batas antara lapisan sial dan sima di dalam
permukaan bumi tidak teratur
4. Di antara inti bumi dengan kulit bumi terdapat
lapisan batuan
5. Inti bumi dinamakan barisfer/nife. Terdiri
dari susunan logam nikel dan logam ferum
·
Lapisan yang
menyelubungi barisfer disebut mantel (bersifat padat). Batas antara mantel dengan
kerak
bumi
dinamakan lapisan moho
·
Proses terjadinya
batuan dan klasifikasinya :
1. Batuan beku : Dari magma yang mengalami proses pendinginan, kemudian
membeku. Berdasarkan tempat pembekuannya :
§ Batuan beku dalam : Pembekuan terjadi di
dalam, jauh di bawah permukaan bumi. Proses pendinginanya sangat lambat,
mengakibatkan terbentuknya hablur-hablur mineral besar-besar dan sempurna serta
kompak (struktur plutonik). Batuan beku dalam disebut juga batuan abisis. Contohnya : Granit, diorit, sienit, dan
gabro
§ Batuan beku korok/gang/hipabisis : Sisa magma
yang masih cair meresap ke lapisan yang lebih atas dan menyusup ke sela-sela
pipa-pipa gunung api, kemudian menjadi dingin dan membeku. Proses pembekuan relatif
lebih cepat, sehingga hablur-hablur yang terjadi tidak sekompak batuan beku
dalam (struktur porfiri). Contohnya : Granit, porfiri, porfiri sienit,
dan porfiri diorit
§ Batuan beku luar/effusive : Magma yang
mencapai permukaan bumi, kemudian membeku. Proses pembekuan cepat sekali.
Sehingga dapat terbentuk hablur. Contohnya : Riolit, trahit, andesit. basalt
2. Batuan sedimen :
§ Batuan beku yang tersingkap di permukaan bumi
akan mengalami penghancuran (pelapukan) oleh cuaca, kemudian diangkut oleh
tenaga alam seperti air, angin, atau gletser dan diendapkan di tempat lain
§ Menurut proses terjadinya :
1. Batuan klastik/mekanik : Gumpalan batu besar
yang diangkut dari lereng gunung, melalui air hujan lalu diangkut oleh arus
sungai dan kemudian diendapkan di daerah hilir dalam bentuk pasir yang susunan
kimiawinya masih sama dengan batuan asal. Hanya proses mekanik. Co : batu breksi,
batu konglomerat, pasir, tanah liat
2. Batuan kimiawi : Terbentuk melalui proses
kimiawi. Co : Batu kapur, stalaktit, dan stalakmit
3. Batuan organis : Penumpukan (akumulasi)
sisa-sisa tumbuhan dan hewan. Co : Batu karang
§ Berdasarkan tenaga
yang mengangkutnya (medianya) :
1. Sedimen akuatis : Diendapkan oleh air. Co :
Batu pasir, tanah liat
2. Sedimen aeolis (aeris) : Diendapkan oleh angin
(udara). Co : Tanah loss, tanah pasir
3. Sedimen glasial : Diendapkan oleh gletser. Co
: Batu-batu morena
§ Berdasarkan tempat
diendapkan :
1. Sedimen teritis : Darat. Co : Batu tuf, batu
pasir, tanah loss
2. Sedimen marine : Laut. Co : Batu karang, batu
garam
3. Sedimen fluvial : Sungai. Co : Pasir, tanah
liat
4. Sedimen limnis : Danau/rawa. Co : Tanah rawa,
tanag gambut
5. Sedimen glasial : Es. Co : Batu morena
3. Batuan metamorf : Batuan hasil ubahan dari batuan asal akibat proses
metamorfosis, yaitu suatu proses yang dialami batuan asal akibat tekanan dan
suhu yang sama-sama meningkat. Dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
§ Batuan metamorf termik
(kontak) : Akibat kenaikan suhu. Co : Batu pualam (marmer)
§ Batuan metamorf
dinamik (kinetis): Akibat adanya tekanan dari lapisan di atasnya dalam waktu
yang lama. Co : Batu tulis (sabak)
§ Batuan metamorf kontak
pneimotolotik : Akibat adanya penambahan suhu disertai menyusupnya unsur-unsur
batuan lain (zat lain). Co : Turmalin, topas
·
Tenaga endogen
bermacam-macam :
1. Tektonisme
2. Vulkanisme
3. Seisme (gempa bumi)
·
Tektonisme :
o Perubahan letak lapisan kulit bumi yang
disebabkan oleh tenaga endogen dengan arah horizontal dan vertikal
o Menurut kecepatan geraknya :
1. Epirogenesa : Perubahan letak lapisan bumi
yang gerakannya lambat pada wilayah yang luas
§ Positif : Gejala
turunnya daratan sehingga seolah-olah air laut naik
§ Negatif : Gejala naiknya
daratan sehingga seolah-olah air laut turun
2. Orogenesa : Gerakan tenaga endogen yang
relatif cepat dan meliputi wilayah yang relatif sempit. Terjadinya pegunungan
dan lipatan
o Gerak horizontal : Bergerak 1 arah dan
tertahan oleh lapisan lain akan membentuk lipatan di permukaan bumi. Puncak
lipatan disebut antiklinal, sedangkan lembah dari lipatan disebutsinklinal
o Gerak vertikal : Menghasilkan bentuk muka bumi
yang berupa patahan
·
Vulkanisme :
A. Peristiwa yang berhubungan dengan pembentukan
gunung berapi & pergerakan magma dari dalam perut bumi ke permukaan
B. Terdiri dari 2 macam :
§ Intrusi magma :
Aktivitas magma yang tidak sampai ke permukaan bumi. Akibatnya :
1. Batolit, dapur magma yang luasnya lebih dari 100 km2
2. Lakolit, magma yang menyusup diantara 2 lapisan batuan yang menyebabkan
lapisan batuan di atasnya terangkay sehingga cembung, sedangkan alasnya rata
3. Sill, lapisan magma tipis yang menyusup di antara batuan lapisan,
bentuknya pipih
4. Intrusi korok (gang), magma yang menyusup menerobos lapisan batuan
5. Apofisis, semacam intrusi korok, namun lebih kecil, merupakan cabang
dari gang
6. Diatrema, magma (batuan) yang mengisi pipa letusan (pipa kawah)
§ Ekstrusi magma :
1. Aktivitas magma yang sampai ke permukaan bumi,
menghasilkan gunung api. Hasilnya yaitu erupsi
2. Dilihat dari bentuknya :
§ Erupsi sentral :
Gerakan magma yang keluar dari sebuah saluran magma. Menghasilkan
bermacam-macam bentuk gunung api yaitu :
1. Gunung api perisai : Erupsi bersifat efusif,
bahan yang dikeluarkan hanya berwujud cair. Hanya cembung sedikit halnya
perisai. Co : G. Kilauea, G. Maunaloa
2. Gunung api maar : Erupsinya bersifat
eksplosif, bahan yang dikeluarkan relatif sedikit, karena sumber magma dangkal
& sempit. Berbentuk seperti cekungan dengan tanggul di sekitarnya. Co :
Danau kelakah di lereng gunung lamongan
3. Gunung api strato : Akibat erupsi yang
bersifat campuran antara eksplosif dan efusif yang bergantian secara
terus-menerus
§ Erupsi linier : Erupsi
yang terjadi pada lubang yang berbentuk celah memanjang. Co : Erupsi gunung api
laki di pulau Eslandia
§ Erupsi areal : Erupsi
yang terjadi melalui lubang yang besar karena dapur magma letaknya dekat sekali
ke permukaan bumi.
3. Berdasarkan kekuatannya :
1. Erupsi efusif : Proses erupsi gunung api yang
berupa ledakan lemah
2. Erupsi eksplosif : Erupsi gunung api yang
berupa ledakan kuat
C. Faktor yang dapat mempengaruhi tipe letusan
gunung api :
§ Derajat kekentalan
magma
§ Tekanan gas magnetik
§ Kedalaman dapur magma
D. Jenis tipe letusan gunung api :
- Tipe hawaii : Lavanya cairan encer, tekanan
gas dan dapur magmanya sangat dangkal. Berbentuk perisai
- Tipe stromboli : Lavanya cairan encer, tekanan
gasnya sedang. Letusan terjadi berupa semburan gas yang membawa magma dengan
disertai bom dan lapili. Co : G. Stromboli
- Tipe merapi : Lavanya kental, sumber magma
sangat dangkal, tekanannya gasnya rendah
E. Penyebab gunung api meletus : Tekanan di bawah
tanah bertambah hingga memaksa magma naik dan keluar melalui retakan pada
permukaan bumi. Magma yang memancar melalui permukaan bersama batu, debu, dan
gas disebut lava
F. Tanda gunung api akan meletus :
§ Suhu sekitar kawah
naik
§ Sumber air banyak yang
mengering
§ Sering terjadi gempa
vulkanik
§ Sering terdengar suara
gemuruh dari dalam gunung
G. Menurut wujudnya, material yang dikeluarkan
oleh letusan gunung api :
§ Padat (eflata) :
a. Bom : Eflata yang berukuran besar
b. Lapili : Eflata dengan ukuran kecil seperti kerikil
c. Pasir vulkanik : Eflata sebesar batuan pasir
d. Abu vulkanik : Eflata halus berupa debu yang dapat terbang sampai ratusan km
e. Batu apung : Batuan porous (berongga) berasal dari buih magma yang
terlontar keluar dan cepat membeku
§ Cair :
a. Lava : Aliran magma yang sampai ke permukaan bumi dan suhunya sangat
tinggi
b. Lahar : Lumpur panas yang merupakan campuran lava dnegan air dan
bercampur dengan materi-materi dipermukaan bumi
§ Gas :
a. Gas nitrogen
b. Gas karbondioksida
c. Gas karbonmonoksida
H. Pengaruh menguntungkan dari erupsi gunung api
:
§ Menyuburkan tanah
§ Daerah penangkapan
hujan
§ Objek wisata
§ Bahan galian
I. Pengaruh merugikan dari erupsi gunung api :
§ Berbagai material,
berbahaya dapat mengancam jiwa dan harta
§ Bom, lapili, dan pasir
vulkanik, merusak bangunan rumah, jembatan, ladang
§ Abu vulkanik,
mengganggu penerbangan, pemandangan menjadi gelap
§ Aliran lava dan lahar,
merusak apa saja
§ Awan panas, membunuh
penduduk, hewan, dan tumbuhan
J. Daerah gunung api :
§ Sirkum pasifik : Kep.
Aleut - semenanjung kamsyatka - Kep. Jepang - Taiwan - Filipina - Sangir Talaud
- Sulawesi Utara - Halmahera - Papua - Selandia baru - Peg. Andes
§ Sirkum mediterania :
Laut mediterania - Peg. Atlas - Kaukasus - Himalaya - Arakan Yoma - Busur dalam
dan busur luar di Indonesia
·
Gempa bumi :
1. Gerakan/getaran di permukaan bumi yang berasal
dari lapisan-lapisan bumi
2. Berdasarkan peristiwa yang menyebabkan :
§ Gempa tektonik : Gempa
yang disebabkan gerakan tektonik berupa retakan/patahan. Terkuat, areal luas
§ Gempa vulkanik : Gempa
yang terjadi karena letusan gunung api. Kurang kuat, hanya terasa di daerah
sekitar gunung tersebut
§ Gempa runtuhan
(terban) : Runtuhnya atap gua yang terdapat dalam litosfer seperti gua kapur,
dan terowongan tambang
3. Berdasarkan bentuk episentrumnya :
§ Gempa linier :
Berbentuk garis (linier), gempa tektonik umumnya gempa linier. Sebab
"patahan" sudah tentu merupakan suatu garis
§ Gempa sentral :
Berbentuk titik. Gempa vulkanik dan gempa runtuhan
4. Berdasarkan letak/kedalaman hiposentrumnya :
§ Gempa dalam : 300-700
km
§ Gempa menengah :
100-300 km
§ Gempa dangkal : Kurang
dari 100 km
5. Berdasarkan jarak episentrumnya :
§ Gempa dekat (lokal) :
Kurang dari 10.000 km
§ Gempa jauh : Lebih
dari 10.000 km
6. Istilah yang berkaitan dengan gempa :
§ Seismologi : Ilmu
tentang gempa
§ Hiposentrum : Pusat
gempa di dalam bumi
§ Episentrum : Tempat di
permukaan bumi/permukaan laut tepat di atas hiposentrum. "Pusat gempa
dipermukaan bumi"
§ Gelombang gempa :
1. Gelombang longitudinal/gelombang primer : Gelombang gempa yang dirambatkan dari
hiposentrum melalui lipatan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara
7-14 km per detik. Gelombang yang pertama kali tercatat pada seismograf
2. Gelombang transversal/gelombang sekunder : Gelombang gempa yang dirambatkan dari
hiposentrum ke segala arah dengan kecepatan 4-7 km per detik
3. Gelombang panjang : Gelombang gempa yang dirambatkan dengan
kecepatan kurang dari 3.5 km/detik dan merupakan gelombang perusak
§ Seismograf : Alat
pencatat gempa
§ Seismogram : Hasil
pencatatan gempa oleh seismograf
§ Pleistoseista : Garis
pada peta yang membatasi daerah yang mengalami kerusakan terhebat di sekitar
episentrum
§ Isoseista : garis yang
menghubungkan titik-titik pada permukaan bumi dimana intensitas gempanya sama
§ Homoseista : Garis
pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mengalami/mencatat gelombang
primer pada waktu yang sama
§ Makroseista : daerah
di permukaan bumi yang mengalami kerusakan terberat akibat gempa, dibatasi oleh
pleistoseista
7. Alat pencatat gempa (seismograf) :
§ Seismograf horizontal
§ Seismograf vertikal
8. Menentukan skala gempa :
§ Skala Omori : Dengan 7
tingkatan kekuatan
§ Skala Richter :
Charles Francis Richter
9. Pengaruh positif gempa bagi kehidupan :
§ Mengetahui jenis
mineral yang ada di dalam bumi
§ Mengetahui struktur
lapisan kulit bumi
§ Menentukan jenis
konstruksi bangunan
10. Pengaruh negatif gempa bagi kehidupan :
§ Bangunan roboh/ambruk
§ Terjadinya kebakaran,
karena terjadi sambungan pendek aliran listrik
§ Terjadi banjir, karena
bendungan/tanggul yang bobol
§ Saluran pipa air dan
gas putus
§ Terjadinya tsunami
(gempa di dasar laut)
§ Sarana & prasarana
transportasi rusak
§ Distribusi barang
& jasa terhambat
·
Tenaga eksogen
bermacam-macam :
1. Erosi
2. Sedimentasi
·
Erosi :
1. Proses pelepasan dan pemindahan massa batuan
secara alamiah dari suatu tempat ke tempat lain oleh suatu zat pengangkut yang
bergerak di permukaan bumi
2. Menurut kecepatannya :
§ Erosi geologi : Suatu bentuk erosi dimana proses
pengahancuran tanah relatif seimbang dengan proses pembentukannya. Tidak
menimbulkan kerusakan alam
§ Erosi yang dipercepat : Erosi dimana proses penghancuran tanah lebih
cepat dibandingkan proses pembentukannya. Mengakibatkan tanah menjadi tidak
subur, sehingga lahan kritis makin meluas
3. Menurut zat pelarutnya :
§ Erosi air : Disebabkan oleh air, baik di dalam tanah,
permukaan maupun sungai. Dibedakan menjadi :
1. Erosi percikan : Disebabkan percikan air hujan
2. Erosi lembar : Terjadi pada lapisan tanah
bagian atas, menyebabkan tanah menjadi tidak subur
3. Erosi alur : Terjadi pada saat air mengalir
4. Erosi parit : Lereng yang terkena erosi
membentuk parit yang cukup dalam
§ Erosi angin (deflasi) : Disebabkan tenaga angin, biasa
terjadi di gurun
§ Erosi es/glasial : Disebabkan oleh massa es yang bergerak
§ Erosi air laur (abrasi) : Disebabkan oleh gelombang laut
(erosi morena)
4. Bentuk tanah sebagai akibat erosi :
§ Cliff : Pantai terjal & berdinding curam sebagai
akibat abrasi
§ Relung : Cekung yang memiliki dinding cliff
§ Dataran abrasi : Hamparan wilayah daratan akibat abrasi
§ Ngarai : Lembah yang dalam
§ Batu jamur : Batu yang disebabkan erosi angin
·
Sedimentasi :
1. Proses pengendapan batuan/tanah yang dilakukan
oleh air, angin, dan es
2. Digolongkan menjadi 3 jenis :
§ Sedimentasi fluvial : Proses pengendapan materi yang diangkut oleh
air sepanjang aliran sungai. Bentuk lahan hasil sedimentasi fluvial :
1. Delta : Endapan pasir, lumpur, & kerikil
yang terdapat di muara sungai
2. Bantaran sungai : Daratan yang terdapat di
tengah-tengah badan sungai/pada kelokan dalam sungai sebagai hasil endapan
§ Sedimen eolis (terrestrial) : Di daerah gurun/pantai
§ Sedimen marin : Proses pengendapan yang dilakukan oleh
gelombang laut yang terdapat di sepanjang pantai. Bentukan alam dari sedimen
marin :
1. Beach/bisik : Bentukan deposisional umumnya
pada pantai yang landai, terjadi jika swash membawa muatan sedimen
2. Bar : Gosong pasir di pantai yang arahnya
memanjang sebagai hasil pengerjaan arus laut
3. Tombolo : Gosong pasor yang menghubungkan
suatu pulau karang dengan pulau utama
·
Pengertian tanah :
Bagian dari lahan yang tersusun dari bahan-bahan anorganik dan organik.
·
Pengertian lahan :
Permukaan daratan dengan kekayaan benda-benda padat, cair dan gas.
·
Komponen tanah :
1. Udara
2. Mineral
3. Bahan organik
4. Air
·
Faktor yang
mempengaruhi pembentukan tanah :
1. Waktu
2. Topografi
3. Bahan induk
4. Organisme
5. Iklim
·
Profil tanah :
1. Horizon O: lapisan bahan organik.
2. Horizon A: tanah mengalami pencucian.
3. Horizon B: tanah mengalami penimbunan.
4. Horizon C: Lapisan Bahan Induk Tanah.
5. Horizon R: lapisan batuan induk.
·
Untuk mengetahui
tingkat kesuburan tanah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1. pH tanah
2. Kandungan mineral
3. Bahan organik
4. Keremahan tanah
·
Manfaat tanah :
1. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran
2. Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara,
dan unsur-unsur hara)
3. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat
pemacu tumbuh: hormon, vitamin, dan asam-asam organik; antibiotik dan toksin
anti hama; enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara)
4. Sebagai habitat biota tanah, baik yang
berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan
kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif
karena merupakan hama & penyakit tanaman.
·
Jenis tanah :
o Tanah aluvial = tanah yang terbentuk dari
material halus hasil pengendapan aliran sungai. Persebaran tanah aluvial di
Indonesia terdapat di
1. pantai Timur Sumatra
2. pantai Utara Jawa
3. sepanjang Sungai Barito
4. sepanjang Sungai Mahakam
5. sepanjang Sungai Musi
6. sepanjang Bengawan Solo.
o Tanah andosol = tanah yang berasal dari abu
gunung api. Persebarannya terdapat di: Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera
dan Minahasa.
o Tanah regosol = tanah berbutir kasar dan
berasal dari material gunung api. Terdapat di Bengkulu, pantai Barat Sumatra,
Jawa, Bali dan NTB.
o Tanah kapur = tanah yang terjadi karena hasil
pelapukan batuan kapur dan sifatnya tidak subur. Terdapat di Jawa Tengah, Aceh,
dan Sulawesi Selatan.
o Tanah litosol = tanah yang terbentuk dari
batuan keras yang belum mengalami pelapukan secara sempurna.
o Tanah argosol (tanah gambut) = tanah yang
terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mengalami pembusukan. Jenis tanah
ini berwarna hitam sampai coklat. Terdapat di Kalimantan, Sumatra dan Papua.
o Tanah grumusol = tanah yang terbentuk dari
material halus berlempung. Terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura,
Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara.
o Tanah latosol = tanah yang banyak mengandung
zat besi dan aluminium. Jens tanah ini sering disebut tanah merah yang banyak
dijumpai di daerah pegunungan. Tanahnya berwarna merah sampai kuning. Terdapat
di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Kalimantan Tengah, Sumatra Barat.
·
Degradasi lahan sering
disebut lahan kritis. Ciri-ciri lahan kritis:
1. Penutup vegetasinya kurang dari 25%.
2. Tingkat kemiringan lebih dari 15%.
3. Terjadi gejala aerasi lembar (sheet erosion).
4. Terjadi gejala erosi parit (gully erosion).
·
Dampak degradasi lahan
terhadap kehidupan :
1. Akibat proses erosi yang merupakan penyebab
lahan tanah menjadi tidak subur, karena lapisan top soil hilang.
2. Produktivitas pertanian menurun sehingga
pendapatan petani berkurang.
3. Terjadi banjir.
4. Menurunnya kemampuan lahan untuk menyerap air
tanah.
5. Terganggunya ekosistem makhluk hidup.
·
Lahan Potensial dan
Lahan Kritis
o Lahan potensial adalah lahan yang secara fisis
kimiawi dan ekonomi cukup menguntungkan, tetapi belum dimanfaatkan secara
optimal.
o Lahan kritis adalah lahan yang sudah tidak
berfungsi lagi sebagai media pengatur tata air dan unsur pertanian yang baik.
·
Faktor Penyebab
Terjadinya Lahan Kritis : Penyebab meluasnya lahan kritis atau degradasi lahan
di permukaan bumi yaitu akibat proses alam dan perilaku manusia dalam
memanfaatkan lingkungan.
o Faktor penyebab lahan kritis sebagai akibat
proses alam yaitu:
1. erosi,
2. tanah longsor,
3. pencucian tanah.
o Faktor penyebab lahan kritis sebagai akibat
perilaku manusia misalnya:
1. perusakan hutan,
2. pertanian sistem ladang berpindah,
3. kegiatan pertambangan terbuka,
4. sistem pertanian di pegunungan yang tidak
menggunakan terassering (sengkedan).
·
Upaya pencegahan dan
penanggulangan lahan karitis :
1. Reboisasi atau penghijauan adalah penghutanan
kembali tanah-tanah hutan yang gundul dengan ditanami tanaman keras. Tujuan
reboisasi yaitu memulihkan kembali daya serap tanah terhadap air, sehingga
proses aerosi dapat diperlambat.
2. Penghijauan adalah penanaman kembali tanah
yang gundul. Jenis tanaman yang digunakan dalam progam penghijauan misalnya:
turi, cengkeh, jambu monyet, petai, kayu manis, nangka , kluwih, karet dan
durian.
3. Sistem penanaman searah garis kontur (countur
ploughing) adalah penanaman tanaman yang searah atau sejajar dengan garis
kontur. Menurut R.L. Cook (1962) menyatakan bahwa penanaman secara kontur
sangat sesuai bagi tanah-tanah yang memiliki kemiringan 3–8% akan tetapi kurang
efektif pada tanah yang memiliki kemiringan kurang dari 3% atau lebih dari 8%
sampai 25%.
4. Sistem terassering atau sengkedan. Cara ini
digunakan untuk mengurangi laju air yang mengalir di permukaan bumi.
5. Lahan yang kemiringannya lebih dari 45o harus
dijadikan areal hutan lindung.
6. Pembuatan lorak-lorak mati berupa lubang pada
akhir guludan tanah agar air mengalir tertampung pada lubang itu dan meresap ke
dalam tanah, sehingga proses erosi dapat dihindari
7. Pergiliran tanaman (croprotation) adalah suatu
sistem bercocok tanam pada sebidang tanah yang terdiri dari beberapa macam
tanaman yang ditanam secara berturut-turut pada waktu tertentu.
8. Pemulsaan (mulching) adalah menutupi permukaan
tanah dengan sisa-sisa tanaman. Sisa-sisa tanaman yang biasa digunakan untuk
pemulsaan yaitu jerami. Menurut Dj. Greenland dan R. Lal dalam Soil
Conservation and Managment in the Humid Tropic, New York 1977. dengan dilakukan
pemulsaan konservasi air dalam tanah dapat diperbaiki, jumlah pori-pori yang
dapat menginfiltrasi air meningkat dan evaporasi yang berlebihan dapat
dikurangi.
·
Klasifikasi Kemampuan
Lahan :
o Kelas I
1. topografi hampir datar,
2. tingkat erosi kecil,
3. mempunyai kedalaman efektif (solum) yang
dalam,
4. drainase baik,
5. mudah diolah,
6. kapasitas menahan air baik,
7. tidak terancam banjir.
o Kelas II
1. lereng landai,
2. struktur tanah kurang baik,
3. ancaman erosi lebih besar,
4. terancam banjir.
o Kelas III
1. lereng miring dan bergelombang,
2. drainase kurang baik,
3. peka terhadap erosi,
4. kapasitas menahan air rendah.
o Kelas IV
1. lereng miring/berbukit,
2. kapasitas menahan air rendah,
3. peka terhadap erosi,
4. sering banjir.
5. solum dangkal,
o Kelas V
1. topografi relatif datar,
2. tergenang air,
3. biasanya tanah berbatu,
4. tidak sesuai untuk lahan pertanian.
o Kelas VI
1. lereng agak curam,
2. ancaman erosi berat,
3. tanah berbatu-batu.
o Kelas VII
1. terletak pada lereng curam,
2. erosi sangat kuat,
3. solum dangkal,
4. untuk padang rumput/hutan produksi terbatas.
o Kelas VIII
1. lereng sangat curam,
2. kepasitas menahan air rendah,
3. berbatu-batu,
4. harus dihutankan.
o Pengertian atmosfer : Berasal dari bahasa Yunani,
yaitu atmos (uap) dan shpaira (bola/bumi). Jadi, atmosfer mempunyai pengertian
selubung berwujud gas yang mengelilingi bumi
o Komposisi atmosfer : Atmosfer terdiri dari
berbagai macam gas. Ketebalan atmosfer mencapai 10.000 km dari permukaan laut.
Makin tinggi, lapisan udara makin tipis. Dalam keadaan kering susunan udara
adalah sebagai berikut :
1. Nitrogen = 78,08%
2. Oksigen = 21%
3. Karbondioksida = 0,03%
o Manfaat Atmosfer Bagi Kehidupan :
1. Untuk melindungi bumi dari jatuhnya batuan
meteor
2. Memantulkan gelombang radio/TV
3. Filter sinar ultrviolet matahari
4. Tempat terjadinya gejala cuaca seperti hujan,
angin, awan
o Cuaca dan Iklim :
§ Cuaca adalah rata-rata
keadaan udara pada suatu saat di suatu tempat. Ilmu yang mempelajari cuaca
dinamakan meteorologi.
§ Iklim adalah keadaan
rata-rata cuaca pada tempat yang luas dan dalam waktu yang lama (10–30 tahun).
Ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi.
Unsur-unsur Pembentuk Cuaca dan Iklim :
o Suhu
o Kelembapan
o Curah hujan
o Angin
o Tekanan udara
o Penyinaran matahari
· Suhu
§ panas dinginnya udara.
§ Alat pengukur suhu
disebut termometer.
§ Pada umumnya suhu di
permukaan bumi dipengaruhi oleh banyak-sedikitnya panas matahari.
§ Faktor yang
mempengaruhi banyak-sedikitnya panas yang diterima bumi antara lain:
1. Sudut datang matahari
2. Lamanya penyinaran
3. Awan
4. Keadaan tanah
5. Angin dan arus laut
6. Relief bumi.
§ Pemanasan udara
dibedakan atas:
1. Langsung
§ Absorbsi: penyerapan
radiasi matahari.
§ Refleksi: pemantulan
sinar matahari.
§ Difusi: penghamburan
sinar matahari.
2. Tidak langsung
§ Konduksi: penerusan
energi.
§ Konveksi: pemanasan
udara secara vertikal.
§ Adveksi: pemanasan
udara secara horizontal.
§ Turbulensi: pemanasan
udara yang tidak teratur.
· Kelembapan
§ Kelembapan/lengas
udara: jumlah uap air yang terkandung dalam udara. Alat pengukur kelembapan
disebut higrometer.
§ Jenis kelembapan :
§ Kelembapan
relatif/nisbi: perbandingan jumlah uap air yang dikandung dengan jumlah
maksimal uap air yang dapat dikandung pada suhu dan tekanan yang sama.
§ Kelembapan
mutlak/absolut: jumlah uap air setiap 1 m3udara (gram/m3).
· Curah hujan
§ Curah hujan: banyaknya
hujan yang jatuh.
§ Faktor yang
mempengaruhi curah hujan di Indonesia
a. Terletak di daerah tropis.
b. Banyak terdapat pegunungan tinggi.
c. Terletak di antara dua samudera.
d. Dihembus angin muson barat.
§ Jenis-jenis Hujan :
a. Hujan Zenithal (Hujan Konveksi). Hujan yang
disebabkan karena uap air naik secara vertikal. Hal ini disebabkan karena
adanya pemanasan matahari dalam jumlah besar sehingga udara renggang kemudian
uap air naik biasanya terjadinya di daerah tropis (equator).
b. Hujan Orografis (Hujan Gunung). Hujan yang
terjadi di lereng gunung.
c. Hujan Frontal (Hujan Depresi). Hujan yang
terjadi pada bidang front, yang mana masa udaranya panas naik ke atas massa
udara dingin. Hujan frontal sering terjadi di daerah lintang sedang.
d. Hujan Sinklonal. Hujan yang terjadi karena
udara panas naik dan disertai angin siklon. Hujan siklonal terjadi di daerah
sedang.
e. Hujan Musim. Hujan yang terjadi karena angin
muson yang lembab naik ke darat atau pegunungan.
· Angin
§ Angin: udara yang
bergerak dari daerah bertekanan tinggi → rendah. Alat pengukur kecepatan angin:
anemometer.
§ Hukum Buys Ballot:
Angin bergerak dari daerah bertekanan udara maksimum ke daerah bertekanan udara
minimum. di belahan bumi utara angin dibelokkan ke kanan dan di belahan bumi
selatan, angin dibelokkan ke kiri. Penyimpangan ini disebabkan oleh perputaran
bumi pada porosnya (rotasi bumi) yang disebut gaya coriolis.
§ Gerakan udara, ada 3
(tiga), yaitu (1) konveksi adalah perpidahan udara secara vertikal, (2)
adveksi, adalah gerakan udara secara horizontal dan (3) turbulensi, adalah
gerakan udara yang tidak teratur.
§ Jenis-jenis angin :
a. Angin Pasat : Angin yang berhembus
terus-menerus dari maksimum subtropik utara dan selatan menuju khatulistiwa dan
berbias menurut hukum Buys Ballot.
b. Angin Muson : Angin yang berganti arah setiap
enam bulan sekali.
c. Angin darat, laut, gunung, lembah :
§ Angin darat, bertiup
malam hari.
§ Angin laut, bertiup
siang hari.
§ Angin gunung, bertiup
malam hari.
§ Angin lembah bertiup
siang hari.
d. Angin fohn : angin yang tidak menganduang uap
air, sehingga panas dan kering, contoh: Angin gending di Probolinggo dan
Pasuruan, Angin bohorok di Deli Serdang, Angin brubu di Sulawesi Selatan, Angin
kumbang di Cirebon, dan Angin Wambrau di Pulau Biak dan Papua.
· Tekanan udara
§ Tekanan udara adalah
tekanan yang diberikan oleh udara (karena beratnya) kepada setiap luas 1 cm2
bidang datar di permukaan bumi sampai batas atmosfer. Alat pengukur tekanan
udara disebut barometer. Semakin tinggi tempat semakin kecil tekanan udaranya.
· Penyinaran matahari
§ Penyinaran matahari:
intensitas sinar matahari yang jatuh ke bumi. Alat pengukur besarnya penyinaran
matahari disebut solarimeter.
· Awan
§ Udara di sekeliling
kita banyak mengandung uap air. Tidak terhitung banyaknya gelembung udara yang
terbentuk oleh busa laut secara terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel
air terangkat ke langit. Partikel-partikel yang disebut dengan aerosol inilah
yang berfungsi sebagai perangkap air dan selanjutnya akan membentuk titik-titik
air. Selanjutnya aerosol ini naik ke atmosfer, dan bila sejumlah besar udara
terangkat ke lapisan yang lebih tinggi, maka ia akan mengalami pendinginan dan
selanjutnya mengembun. Kumpulan titik-titik air hasil dari uap air dalam udara
yang mengembun inilah yang terlihat sebagai awan. Makin banyak udara yang
mengembun, makin besar awan yang terbentuk.
§ Jenis-jenis awan
berdasarkan ketinggiannya dapat dilihat pada gambar berikut.
· Penggolongan Iklim
§ Iklim Menurut Garis
Lintang
ü Iklim tropis = 0o–23½o
LU/LS
ü Iklim subtropis = 23½o
LU/LS – 35o LU/LS
ü Iklim sedang = 35o
LU/LS – 66½o LU/LS
ü Iklim dingin (kutub) =
66½o LU/LS – 90o LU/LS
§ Iklim Koppen
§ Iklim A = iklim hujan
tropis: Suhu rata-rata bulan di atas 18oC dan Hujan tahunan tinggi. Terbagi
atas:
a. Iklim Af = iklim hujan hutan tropis.
b. Iklim Am = iklim muson.
c. Iklim Aw = iklim sabana.
§ Iklim B = iklim
kering: tidak ada surplus air dan tidak dijumpai sungai permanen. Terbagi atas:
a. Iklim Bs = iklim stepa
b. Iklim Bw= iklim gurun
§ Iklim C = iklim hujan
sedang: Bulan terdingin suhu rata-rata di bawah 10oC, tetapi di atas (–3oC) dan
Sekurang-kurangnya satu bulan suhu rata-rata di atas 10oC. Terbagi atas:
a. Iklim Cw = iklim hujan sedang (musim dingin
yang kering).
b. Iklim Cf = iklim hujan sedang, basah sepanjang
tahun.
c. Iklim Cs = iklim hujan sedang, panas yang
kering.
§ Iklim D = iklim hujan
bersalju dingin: Suhu rata-rata pada bulan terdingin di bawah –3oC dan Suhu
rata-rata bulan terpanas di atas 10oC. Terbagi atas:
a. Iklim Df = iklim hujan bersalju, basah
sepanjang tahun.
b. Iklim Dw= iklim hujan bersalju, musim kering
dingin.
§ Iklim E = iklim kutub
(es): Suhu rata-rata pada bulan terpanas di atas 10oC. Terbagi atas:
a. Iklim ET = iklim tundra (lumut).
b. Iklim EF = iklim es abadi.
c. Iklim EH = iklim daerah tinggi (lebih dari 300
m).
§ Penyebaran tipe iklim
Koppen
a. Iklim Af =Sumatra, Kalimantan, Sulawesi,
Kepulauan Maluku dan Irian Jaya.
b.
Iklim Am = Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi
Selatan dan Tenggara, Kepulauan Arum, Kepulauan Kai dan Irian Jaya bagian
selatan.
c. Iklim Aw = sebagian Jawa Tengah bagian timur
Jawa Timur dan Nusa Tenggara.
d. Iklim Cf = Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan
Irian Jaya.
e. Iklim Cw = di pegunungan-pegunungan Jawa Timur
dan Irian Jaya.
f. Iklim D = di pegunungan salju Iran Jaya.
g. Iklim E = di Irian Jaya dan puncak-puncak
gunung tinggi.
§ Iklim Menurut Junghuhn
Junghuhn membagi daerah pegunungan di Jawa menjadi 4 daerah:
a. Zona panas = 0–650 m. Jenis vegetasi : jagung,
padi, kelapa dan tebu.
b. Zona sedang = 650–1500 m. Jenis vegetasi:
sayur-sayuran, buah-buahan, kopi, kina, teh tembakau, coklat.
c. Zona sejuk = 1500–2500 m. Jenis vegetasi :
pinus dan cemara.
d. Zona dingin = lebih dari 2500. Jenis vegetasi
: lumut.
Klasifikasi iklim menurut Junghuhn didasarkan pada ketinggian
tempat dan vegetasi.
§ Klasifikasi Menurut
Schmidt-Ferguson
Pada tahun 1951 Schmidt-Ferguson mengadakan pembagian iklim di
Indonesia berdasarkan sifat basah dan keringnya bulan (curah hujan). Dalam
pembagian iklim digunakan simbol huruf A-H.
Untuk menentukan perbandingan bulan kering dan bulan basah
digunakan rumus:
Keterangan:
a. Bulan kering = bulan yang rata-rata curah
hujannya kurang dari 60 mm.
b. Bulan lembab= bulan yang rata-rata curah
hujannya antara 60–100 mm.
c. Bulan basah = bulan yang rata-rata curah
hujannya lebih dari 100 mm.
§ Iklim Fisis
Iklim fisis ialah iklim suatu daerah yang dipengaruhi oleh:
a. Permukaan bumi.
b. Angin panas dan dingin.
c. Arus panas dan dingin.
d. Relief bumi.
· Perubahan Iklim Global dan Dampaknya Terhadap
Kehidupan
§ Adanya perubahan
kondisi iklim dunia terutama meningkatnya temperatur di bumi salah satunya
disebabkan oleh aktivitas manusia yang berupa meningkatnya kadar CO2
karbondioksida sebagai hasil pembakaran fosil (sisa-sisa tumbuh-tumbuhan, di
samping CO2, unsur kimia yang dapat menyebabkan terjadinya green house effect
(efek rumah kaca) yaitu: chloroflorocarbons (CFC), methane (CH4), nitrous
oksida (N2O), ledakan nuklir dan ledakan gunung api.
§ Dampak perubahan iklim
global:
a. Menaikkan suhu permukaan bumi.
b. Permukaan air laut naik.
c. Kutub utara dan kutub selatan mencair.
d. Banjir di daerah pantai.
e. Adanya penyusupan air asin ke dalam air tanah
dan sungai.
STRUKTUR LAPISAN LITOSFER DAN BATUAN PEMBENTUK PERMUKAAN BUMI
Apakah yang dimaksud dengan struktur litosfer ? Batuan apakah
yang membentuk permukaan bumi ? Mari cermati materi pelajaran kali ini.
1. STRUKTUR LAPISAN LITOSFER
Litosfer adalah lapisan kulit bumi paling luar berupa batuan
padat yang tersusun atas dua lapisan, yaitu kerak dan selubung yang tebalnya sekitar 50-100 kilometer.
Secara umum, tebal kerak bumi di bawah benua adalah 20-50 kilometer, sedangkan
dibawah samudra tebalnya 10-12 kilometer. Meskipun ketebalannya berbeda-beda,
kerak bumi tersusun atas lapisan yang sama, yaitu lapisan sial (silisium dan
aluminium) serta sima (silisium dan magnesium). Lapisan sial berada di bagian
atas dari kerak bumi, sementara lapisan sima berada di bagian bawah kerak bumi.
Lapisan yang berada paling luar dari kerak bumi bersifat granitis, sehingga disebut lapisan granitis. Hal itu karena materi penyusun lapisan yang dominan berupa batuan granit. Lapisan granitis tebalnya sekitar 10 kilometer. Namun, lapisan granitis tidak terdapat di semua tempat.
Setelah lapisan granitis terdapat lapisan yang bersifat basaltis sehingga disebut lapisan basaltis. Hal itu karena materi penyusun lapisan yang dominan berupa basalt bersifat basa yang tebalnya mencapai 50 kilometer.
Lapisan yang berada paling luar dari kerak bumi bersifat granitis, sehingga disebut lapisan granitis. Hal itu karena materi penyusun lapisan yang dominan berupa batuan granit. Lapisan granitis tebalnya sekitar 10 kilometer. Namun, lapisan granitis tidak terdapat di semua tempat.
Setelah lapisan granitis terdapat lapisan yang bersifat basaltis sehingga disebut lapisan basaltis. Hal itu karena materi penyusun lapisan yang dominan berupa basalt bersifat basa yang tebalnya mencapai 50 kilometer.
2. BATUAN PEMBENTUK PERMUKAAN BUMI
Batuan merupakan benda alam yang menjadi penyusun utama lapisan
litosfer. Batuan terdiri atas campuran antar mineral sejenis atau tidak sejenis
yang saling terikat secara gembur atau padat. Oleh karena itu, kerak dan
selubung atas bumi terdiri dari bermacam-macam batuan yang umur dan asalnya
berbeda-beda.
Berdasarkan proses pembentukannya batuan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan (metamorf).
Berdasarkan proses pembentukannya batuan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan (metamorf).
2.1 Batuan Beku
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang
membeku. Batuan beku dapat dibedakan :
1) Berdasarkan Tempat Pembekuan
Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan beku terbagi atas :
• Batuan Beku Dalam
Batuan beku dalam adalah batuan beku yang terbentuknya jauh di bawah permukaan bumi, yaitu pada kedalaman 15-50 kilometer. Karena tempat pembekuannya dekat dengan astenosfer, pendinginan magmanya sangat lambat sehingga menghasilkan batuan yang besar-besar dengan tekstur holokristalin, yaitu semua komposisi batuan disusun oleh kristal yang sempurna.
• Batuan Beku Korok (Gang)
Batuan beku korok (gang) adalah batuan beku yang terbentuk di daerah korok atau celah kerak bumi sebelum magma sampai ke permukaan bumi. Proses pembekuan magma itu agak cepat sehingga membentuk batuan dengan kristal-kristal yang kurang sempurna.
• Batuan Beku Luar
Batuan beku luar, atau disebut juga batuan lelehan, adalah batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi. Magma yang keluar dari bumi mengalami proses pendinginan dan pembekuan sangat cepat sehingga tidak menghasilkan kristal-kristal batuan.
2) Berdasarkan Mineral Penyusun
Berdasarkan mineral penyusunnya, batuan beku dibedakan atas :
1) Batuan Beku Mineral Ringan
Batuan beku yang tersusun atas mineral-mineral ringan biasanya berwarna terang, mudah pecah, dan banyak mengandung silikat sehingga termasuk batuan yang bersifat asam.
2) Batuan Beku Mineral Berat
Batuan beku yang tersusun atas mineral-mineral berat biasanya berwarna gelap, sukar pecah, dan kandungan silikatnya sedikit sehingga termasuk batuan yang bersifat basa.
1) Berdasarkan Tempat Pembekuan
Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan beku terbagi atas :
• Batuan Beku Dalam
Batuan beku dalam adalah batuan beku yang terbentuknya jauh di bawah permukaan bumi, yaitu pada kedalaman 15-50 kilometer. Karena tempat pembekuannya dekat dengan astenosfer, pendinginan magmanya sangat lambat sehingga menghasilkan batuan yang besar-besar dengan tekstur holokristalin, yaitu semua komposisi batuan disusun oleh kristal yang sempurna.
• Batuan Beku Korok (Gang)
Batuan beku korok (gang) adalah batuan beku yang terbentuk di daerah korok atau celah kerak bumi sebelum magma sampai ke permukaan bumi. Proses pembekuan magma itu agak cepat sehingga membentuk batuan dengan kristal-kristal yang kurang sempurna.
• Batuan Beku Luar
Batuan beku luar, atau disebut juga batuan lelehan, adalah batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi. Magma yang keluar dari bumi mengalami proses pendinginan dan pembekuan sangat cepat sehingga tidak menghasilkan kristal-kristal batuan.
2) Berdasarkan Mineral Penyusun
Berdasarkan mineral penyusunnya, batuan beku dibedakan atas :
1) Batuan Beku Mineral Ringan
Batuan beku yang tersusun atas mineral-mineral ringan biasanya berwarna terang, mudah pecah, dan banyak mengandung silikat sehingga termasuk batuan yang bersifat asam.
2) Batuan Beku Mineral Berat
Batuan beku yang tersusun atas mineral-mineral berat biasanya berwarna gelap, sukar pecah, dan kandungan silikatnya sedikit sehingga termasuk batuan yang bersifat basa.
2.2 Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena adanya proses
pengendapan (sedimentasi). Butir-butir batuan sedimen dari berbagai macam
batuan melalui proses pelapukan, baik pelapukan oleh angin maupun air yang
mengendap secara berlapis hingga makin lama makin tebal dan padat. Padatnya
lapisan itu disebabkan adanya tekanan atau beban yang terlalu berat. Tekanan
yang terlalu lama membentuk agregat batuan padat sehingga endapan-endapan
tersebut berangsur-angsur berubah menjadi batuan sedimen.
Batuan sedimen dapat dibedakan atas :
1) Menurut Tenaga yang Mengendapkan
• Batuan Sedimen Akuatis, yaitu batuan sedimen yang berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh air sungai, danau, atau air hujan.
• Batuan Sedimen Aeolis (Aeris), yaitu batuan yang berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh angin.
• Batuan Sedimen Glasial, yaitu batuan sedimen yang berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh gletser.
2) Menurut Tempat Pengendapan
• Batuan Sedimen Teristris, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di darat.
• Batuan Sedimen Marine, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di laut.
• Batuan Sedimen Limnis, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di danau.
• Batuan Sedimen Fluvial, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di sungai.
• Batuan Sedimen Glasial, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di daerah-daerah yang terdapat es atau gletser.
3) Menurut Cara Pengendapan
• Batuan Sedimen Mekanis, yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara mekanik tanpa mengubah susunan kimianya.
• Batuan Sedimen Kimiawi, yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara kimia. Pada proses pembentukan batuan ini terjadi perubahan susunan kimiawinya. Contohnya, batu kapur.
• Batuan Sedimen Organik, yaitu batuan sedimen yang diendapkan melalui kegiatan organik. Contohnya, terumbu karang.
1) Menurut Tenaga yang Mengendapkan
• Batuan Sedimen Akuatis, yaitu batuan sedimen yang berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh air sungai, danau, atau air hujan.
• Batuan Sedimen Aeolis (Aeris), yaitu batuan yang berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh angin.
• Batuan Sedimen Glasial, yaitu batuan sedimen yang berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh gletser.
2) Menurut Tempat Pengendapan
• Batuan Sedimen Teristris, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di darat.
• Batuan Sedimen Marine, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di laut.
• Batuan Sedimen Limnis, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di danau.
• Batuan Sedimen Fluvial, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di sungai.
• Batuan Sedimen Glasial, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di daerah-daerah yang terdapat es atau gletser.
3) Menurut Cara Pengendapan
• Batuan Sedimen Mekanis, yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara mekanik tanpa mengubah susunan kimianya.
• Batuan Sedimen Kimiawi, yaitu batuan sedimen yang diendapkan secara kimia. Pada proses pembentukan batuan ini terjadi perubahan susunan kimiawinya. Contohnya, batu kapur.
• Batuan Sedimen Organik, yaitu batuan sedimen yang diendapkan melalui kegiatan organik. Contohnya, terumbu karang.
2.3 Batuan Malihan (Metamorf)
Batuan metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan
secara fisik maupun kimiawi sehingga menjadi berbeda dari batuan induknya.
Faktor-faktor yang memengaruhi adalah suhu yang tinggi, tekanan yang kuat, dan
waktu yang lama.
Batuan
metamorf dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu metamorf
kontak (batuan
yang berubah karena pengaruh suhu yang sangat tinggi), metamorf dinamo (batuan yang berubah karena pengaruh
tekanan yang sangat tinggi, dalam waktu yang sangat lama, dan dihasilkan dari
proses pembentukan kulit bumi oleh tenaga endogen), dan metamorf pneumatolitis
kontak(batuan yang berubah karena pengaruh gas-gas dari magma).
TENAGA ENDOGEN PENGUBAH BENTUK PERMUKAAN BUMI
Apakah yang dimaksud dengan tenaga endogen ? Bagaimanakah
perannya dalam mengubah bentuk permukaan bumi ? Mari cermati materi pelajaran
kali ini.
Perubahan bentuk permukaan bumi disebabkan oleh adanya tenaga
alam yang disebut tenaga geologi. Ilmu
yang mempelajari tentang proses perubahan bentuk permukaan bumi adalahgeomorfologi.
Berdasarkan asalnya, tenaga geologi dibedakan menjadi dua, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Pada bagian ini, akan dikaji mengenai tenaga endogen.
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi dan bersifat membangun permukaan bumi. Tenaga endogen terdiri atas tenaga tektonis, vulkanis, dan gempa bumi.
Berdasarkan asalnya, tenaga geologi dibedakan menjadi dua, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Pada bagian ini, akan dikaji mengenai tenaga endogen.
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi dan bersifat membangun permukaan bumi. Tenaga endogen terdiri atas tenaga tektonis, vulkanis, dan gempa bumi.
1. TENAGA TEKTONIS
Tenaga tektonis merupakan tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya perubahan letak lapisan permukaan bumi secara mendatar atau vertikal, baik yang mengakibatkan putusnya hubungan batuan maupun tidak. Gerakan tektonis dibedakan menjadi :
a. Tektonis Epirogenesa
Tektonis epirogenesa adalah proses perubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga yang lambat dari dalam dengan arah vertikal, baik ke atas maupun ke bawah meliputi wilayah yang luas. Gerakan tektonis epirogenesa terbagi atas :
• Epirogenesa positif adalah gerakan dengan arah ke bawah menyebabkan daratan mengalami penurunan dan seolah-olah permukaan laut menjadi naik.
• Epirogenesa negatif adalah gerakan dengan arah ke atas menyebabkan naiknya permukaan daratan dan seolah-olah permukaan laut menjadi turun.
b. Tektonis Orogenesa
Tektonis orogenesa adalah pergerakan lempeng tektonis yang sangat cepat meliputi wilayah yang sempit. Tektonik orogenesa merupakan proses pembentukan gunung atau pegunungan akibat adanya tabrakan lempeng benua, tabrakan sesar bawah benua dengan lempeng samudra, perekahan kontinen, atau pergeseran punggung samudra dengan benua. Tektonis orogenesa biasanya disertai proses pelengkungan (warping), lipatan (folding), patahan (faulting), retakan (jointing) serta adanya penerobosan batuan beku dan pembentukan batuan malihan. Salah satu contoh hasil tektonis orogenesa adalah deretan Pegunungan Mediterania yang memanjang dari pegunungan Atlas di Afrika sampai wilayah Indonesia.
Tenaga tektonis merupakan tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya perubahan letak lapisan permukaan bumi secara mendatar atau vertikal, baik yang mengakibatkan putusnya hubungan batuan maupun tidak. Gerakan tektonis dibedakan menjadi :
a. Tektonis Epirogenesa
Tektonis epirogenesa adalah proses perubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga yang lambat dari dalam dengan arah vertikal, baik ke atas maupun ke bawah meliputi wilayah yang luas. Gerakan tektonis epirogenesa terbagi atas :
• Epirogenesa positif adalah gerakan dengan arah ke bawah menyebabkan daratan mengalami penurunan dan seolah-olah permukaan laut menjadi naik.
• Epirogenesa negatif adalah gerakan dengan arah ke atas menyebabkan naiknya permukaan daratan dan seolah-olah permukaan laut menjadi turun.
b. Tektonis Orogenesa
Tektonis orogenesa adalah pergerakan lempeng tektonis yang sangat cepat meliputi wilayah yang sempit. Tektonik orogenesa merupakan proses pembentukan gunung atau pegunungan akibat adanya tabrakan lempeng benua, tabrakan sesar bawah benua dengan lempeng samudra, perekahan kontinen, atau pergeseran punggung samudra dengan benua. Tektonis orogenesa biasanya disertai proses pelengkungan (warping), lipatan (folding), patahan (faulting), retakan (jointing) serta adanya penerobosan batuan beku dan pembentukan batuan malihan. Salah satu contoh hasil tektonis orogenesa adalah deretan Pegunungan Mediterania yang memanjang dari pegunungan Atlas di Afrika sampai wilayah Indonesia.
2. TENAGA VULKANIS
Vulkanis atau bersifat gunung api dapat diartikan sebagai suatu gejala atau akibat adanya aktivitas magma di dalam litosfer hingga keluar sampai ke permukaan bumi. Magma adalah bahan batuan pijar yang dapat berupa benda padat, cair, dan gas yang berada di dalam kerak bumi. Terdapat dua gerakan magma, yaitu intrusi (proses penerobosan magma melalui retakan dan celah pada lapisan batuan pembentuk litosfer, tetapi tidak sampai ke luar permukaan bumi) dan ekstrusi (proses keluarnya magma ke permukaan bumi).
Berdasarkan bentuknya, gunung api dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Gunung Api Strato
Gunung api strato berbentuk kerucut. Kerucut itu berbentuk materi letusan gunung api, merupakan campuran antara erupsi efusif dan erupsi eksplosif. Letusan itu terjadi berulang-ulang hingga membentuk lapisan-lapisan badan gunung. Hampir seluruh gunung api yang ada di Indonesia merupakan gunung api strato. Contohnya, Gunung Merapi di Jawa Tengah.
b. Gunung Api Maar
Gunung api maar berbentuk seperti danau kecil. Bentuk seperti danau itu disebabkan oleh letusan gunung yang bersifat eksplosif, namun tidak terlalu kuat dan hanya terjadi sekali. Contohnya, Gunung Lamongan di Jawa Timur.
c. Gunung Api Perisai
Gunung api perisai berbentuk seperti perisai. Bentuk seperti perisai itu disebabkan oleh letusan gunung api dengan bahan-bahan yang dikeluarkan berupa lava yang sangat cair. Contohnya, Gunung Api di Kepulauan Hawaii.
Vulkanis atau bersifat gunung api dapat diartikan sebagai suatu gejala atau akibat adanya aktivitas magma di dalam litosfer hingga keluar sampai ke permukaan bumi. Magma adalah bahan batuan pijar yang dapat berupa benda padat, cair, dan gas yang berada di dalam kerak bumi. Terdapat dua gerakan magma, yaitu intrusi (proses penerobosan magma melalui retakan dan celah pada lapisan batuan pembentuk litosfer, tetapi tidak sampai ke luar permukaan bumi) dan ekstrusi (proses keluarnya magma ke permukaan bumi).
Berdasarkan bentuknya, gunung api dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Gunung Api Strato
Gunung api strato berbentuk kerucut. Kerucut itu berbentuk materi letusan gunung api, merupakan campuran antara erupsi efusif dan erupsi eksplosif. Letusan itu terjadi berulang-ulang hingga membentuk lapisan-lapisan badan gunung. Hampir seluruh gunung api yang ada di Indonesia merupakan gunung api strato. Contohnya, Gunung Merapi di Jawa Tengah.
b. Gunung Api Maar
Gunung api maar berbentuk seperti danau kecil. Bentuk seperti danau itu disebabkan oleh letusan gunung yang bersifat eksplosif, namun tidak terlalu kuat dan hanya terjadi sekali. Contohnya, Gunung Lamongan di Jawa Timur.
c. Gunung Api Perisai
Gunung api perisai berbentuk seperti perisai. Bentuk seperti perisai itu disebabkan oleh letusan gunung api dengan bahan-bahan yang dikeluarkan berupa lava yang sangat cair. Contohnya, Gunung Api di Kepulauan Hawaii.
3. GEMPA BUMI
Gempa bumi adalah getaran yang dapat dirasakan di permukaan bumi karena adanya gerakan, terutama yang berasal dari dalam lapisan-lapisan bumi dan merupakan aktivitas lempeng tektonik yang sering terjadi.
Secara umum berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat dibedakan atas :
a. Gempa Tektonis
Gerakan yang terjadi di dalam kulit bumi secara tiba-tiba, baik berupa patahan maupun pergeseran. Menurut teori lempeng tektonik, pusat gempa tektonis terdapat di zona subduksi, yakni pertemuan antara lempeng benua dan lempeng samudra. Pinggir depan lempeng samudra masuk ke bawah lempeng benua.
b. Gempa Vulkanis
Gempa yang disebabkan oleh letusan atau retakan di dalam struktur gunung berapi. Gempa vulkanis terjadi karena magma atau batuan yang meleleh menerobos ke atas kerak bumi. Gempa vulkanis sangat terasa di daerah sekitar gunung berapi dengan intensitas berkisar dari lemah sampai sedang.
c. Gempa Runtuhan
Terjadinya gempa runtuhan, antara lain, disebabkan oleh adanya longsoran massa batuan (misalnya lereng gunung atau dari atas atau sisi gua) dan tanah amblas. Intensitas gempa runtuhan sangat kecil sehingga tidak terasa pada jarak yang jauh. Gempa runtuhan disebut juga gempa terban.
Gempa bumi adalah getaran yang dapat dirasakan di permukaan bumi karena adanya gerakan, terutama yang berasal dari dalam lapisan-lapisan bumi dan merupakan aktivitas lempeng tektonik yang sering terjadi.
Secara umum berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat dibedakan atas :
a. Gempa Tektonis
Gerakan yang terjadi di dalam kulit bumi secara tiba-tiba, baik berupa patahan maupun pergeseran. Menurut teori lempeng tektonik, pusat gempa tektonis terdapat di zona subduksi, yakni pertemuan antara lempeng benua dan lempeng samudra. Pinggir depan lempeng samudra masuk ke bawah lempeng benua.
b. Gempa Vulkanis
Gempa yang disebabkan oleh letusan atau retakan di dalam struktur gunung berapi. Gempa vulkanis terjadi karena magma atau batuan yang meleleh menerobos ke atas kerak bumi. Gempa vulkanis sangat terasa di daerah sekitar gunung berapi dengan intensitas berkisar dari lemah sampai sedang.
c. Gempa Runtuhan
Terjadinya gempa runtuhan, antara lain, disebabkan oleh adanya longsoran massa batuan (misalnya lereng gunung atau dari atas atau sisi gua) dan tanah amblas. Intensitas gempa runtuhan sangat kecil sehingga tidak terasa pada jarak yang jauh. Gempa runtuhan disebut juga gempa terban.
Istilah-istilah
yang berhubungan dengan gempa bumi, antara lain, sebagai berikut :
a) Hiposentrum, yaitu pusat terjadinya gempa bumi. Hiposentrum terletak di lapisan bumi bagian dalam.
b) Episentrum, yaitu pusat gempa bumi yang terletak di permukaan bumi tegak lurus dengan hiposentrum.
c) Seismograf, yaitu alat pencatat gempa bumi yang terdiri atas seismograf vertikal dan horizontal.
d) Seismogram, yaitu gambaran getaran bumi yang dicatat oleh seismograf vertikal dan horizontal.
e) Pleistoseista, yaitu garis yang membatasi daerah yang mengalami kerusakan terhebat, terletak di sekitar episentrum. Pleistoseista merupakan isoseista yang pertama setelah episentrum.
f) Homoseista, yaitu garis yang menghubungkan daerah yang dilalui gelombang getaran gempa yang sama dalam waktu yang sama.
g) Isoseista, yaitu garis yang menghubungkan tempat-tempat dengan kekuatan getaran yang sama.
a) Hiposentrum, yaitu pusat terjadinya gempa bumi. Hiposentrum terletak di lapisan bumi bagian dalam.
b) Episentrum, yaitu pusat gempa bumi yang terletak di permukaan bumi tegak lurus dengan hiposentrum.
c) Seismograf, yaitu alat pencatat gempa bumi yang terdiri atas seismograf vertikal dan horizontal.
d) Seismogram, yaitu gambaran getaran bumi yang dicatat oleh seismograf vertikal dan horizontal.
e) Pleistoseista, yaitu garis yang membatasi daerah yang mengalami kerusakan terhebat, terletak di sekitar episentrum. Pleistoseista merupakan isoseista yang pertama setelah episentrum.
f) Homoseista, yaitu garis yang menghubungkan daerah yang dilalui gelombang getaran gempa yang sama dalam waktu yang sama.
g) Isoseista, yaitu garis yang menghubungkan tempat-tempat dengan kekuatan getaran yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar